Rabu, 09 Desember 2009

Kotak Band Rock From Indonesia... My Favorite

Lagi seneng bangeeeet ma Kotak... mereka tuh keren2 trus lagu2nya sumpah yah enak2 eh aku dapet dari google historinya band Kotak... Kita baca yu...! (aku tambahin foto2nya biar keren... heheu)

KOTAK, salah satu band yang dianggap menjanjikan ketika tampil di ajang reality show DreamBand 2004. Sekadar mengingatkan, DreamBand adalah ajang pencarian bakat musik di [ketika itu] TV7. Mereka menggabungkan beberapa personil yang punya skill bagus dalam satu band. Ketika itu, Posan [drum], Cella [gitar], Pare [vokal] dan Icez [bass] dianggap memberi warna rock yang baru. Apalagi personilnya dua cowok dan dua cewek, dianggap tidak lazim tapi cukup memberi harapan. Apalagi mereka punya skill yang tidak bisa dianggap remeh.


Harapan khalayak musik, termasuk fans yang sempat mengirim SMS sebagai syarat dalam penentuan juara DreamBand ketika itu, jelas membuncah. Mereka, termasuk pengamat musik, berharap akan muncul banyak musisi-musisi dan band yang bisa main musik benar dan punya karakter. Dan kemudian lahirlah band-band baru yang dianggap punya potensi, seperti kaptern, Ares dan KOTAK salah satunya. Kelar perhelatan Dream Band pertama itu, KOTAK digadang-gadang sebagai band yang punya masa depan cerah. KOTAK kemudian merilis album pertama, dengan karakter modern rock yang amat kental. Kuartet KOTAK mendapat apresiasi yang lumayanlah dari penggemar, yang kemudian mereka sebut dengan ‘kerabat KOTAK’. Tapi industri yang sesungguhnya, memang tak seindah dan senyaman ketika main di reality show. Album pertama memang tak meledak seperti yang diharapkan. Meski karakter KOTAK mendapat tempat yang bisa diapresiasi dengan apik oleh pengamat musik dan penikmat musik. Pasca album pertama, jalan terjal yang sesungguhnya mlai mereka hadapi. Jadual manggung yang sudah jadi rutinitas mereka sebelumnya, tiba-tiba pelan-pelan menjauh. Cella, gitaris yang ngekos di Jakarta [merantau dari Banyuwangi, Jawa Timur], nyaris kehilangan spirit ngeband. Begitu pula dengan Posan, drummer. Mereka berdua sering bicara, mau dibawa KOTAK selanjutnya.Meski sempat “mendadak artis” karena reality show, ketika sudah diluar program, KOTAK mengaku sering diremehkan juga. “Kita sering dianggap remeh. Banyak yagn bilang, setelah ngetop di televisi, paling juga bubar. Nah itu yang kemudian ingin kita bantah. Kita pingin ngebuktiin kalau anggapan itu salah,” tegas Posan semangat. Dilihat dari statistic, memang 90% jebolan Dream Band bubar. Hal itu juga yang awalnya sempat membuat KOTAK gamang untuk melangkah lebih jauh. “Sampai suatu ketika, KOTAK sempat bertemu dengan personil God Bless. Dia bilang sebelum ngeband, ngeband dulu dengan hati. dan itu yang kemudian kita lakukan,” terang Cella nambahin. Semangat berkarya itu muncul lagi. Vakum 2 tahun, membuat mereka ngebut menggarap materi untuk album baru kedua. Cella, Pare, Icez dan Posan ngebut berkarya. Sayangnya, ketika sedang di atas “letupan” untuk membuat karya yang lebih apik, prahara agn tidak mereka sangka datang. Pare, vokalis yang sudah menjadi ikon di KOTAK, tiba-tiba memutuskan mundur dari line-up Padahal ketika itu, materi sudah 60 % jadi. Dan Pare masih banyak terlibat dalam penggarapannya.
Alasan tidak mau menjadi front-man, meski dengan janji tetap akan membantu penyelesaian album kedua, membuat KOTAK sempat limbung.Hilangnya Pare membuat mereka sempat vakum dan personilnya sempat “mbecak” [ini istilah untuk membuat proyek atau membantu penggarapan musisi lain –red]. Sempat terpikir untuk mencari vokalis cowok, tapi mereka merasa “berkah” yang mereka dapat adalah dengan formasi seperti awal, dua cowok dua cewek.

Sampai akhirnya kemudian mereka “nekat” melakukan audisi dan menemukan Tantri Syalin, sebagai vokalis pengganti Pare. Ada kisah unik tentang bergabungnya Tantri, yang juga jebolan Dream Band. Konon, ketika masih bersaing di Dream Band, Tantri yang gabung di band Ares, sempat nyeletuk, “Kayaknya asik nih kalau bisa jadi vokalis KOTAK.” Sementara KOTAK sendiri juga “melirik” Tantri dan berpikir, “Seru kalau KOTAK vokalisnya kaya Tantri.”
Chemistry itulah yang membuat Tantri tidak merasa kesulitan “ngepasin” karakter vokalnya dengan materi yang sudah jadi di KOTAK. Yang kemudian sulit adalah lepas dari bayang-bayang Pare.Materi album kedua,



kemudian 100 % jadi.
Tapi masalah baru muncul. Icez, bassis, memilih mundur dan bergabung dengan The Rock Indonesia, bentukan Ahmad Dani.

sampai kemudian menemukan Swasti 'Chua' Sabdastantri, sebagai basis. Cewek cantik dan mungil itu lebih berkesan sebagai model majalah remaja ketimbang basis rock. Tapi itulah yang membedakan. Cua yang awalnya ngefans dengan KOTAK, akhirnya benar-benar menjadi personil KOTAK. Mahasiswi di salah satu kampus PR di Jakarta itu, mengaku harus “ngebut” menyesuaikan diri dengan materi yang sudah jadi.




Album “KEDUA” akhirnya rilis dengan sedikit kekuatiran, masih ingatkah fans KOTAK dengan band ini?
Tapi semua itu terjawab ketika banyak yang mendukung dan munculnya fans-fans baru.Selain materi yang sudah lebih “ramah-pasar” imej yagn tampil sekarang pun lebih fresh. Di album pertama, KOTAK identik dengan gothic. KOTAK pun akhirnya mengakui, single ballada ternyata racun untuk menarik pendengar. Satu hal yang jadi ‘warning’ untuk KOTAK adalah, semua materi lagu digarap oleh Cella. Ketergantungan ini harus dipupus, meski Cella diberi talenta untuk itu. Kalau Cella hengkang atau “mati-karya” KOTAK bisa jadi band yang lagunya jadi rock basi. “Pelan-pelan personil lain nanti akan kita ajak diskusi setiap membuat lgu. Jadi kelak ketergantungan itu bisa kita kikis,” harap Cella.




Kini, Cella [gitar], Tantri [vokal], Posan [drum] dan Cua [bassis], benar-benar membuktikan, band karbitan itu tak cepat meletus dan hanya meninggalkan asap apek doang. KOTAK, band karbitan Dream Band itu, ternyata eksis dan bisa berkarya yang tidak karbitan. KOTAK sedang berproses menjadi the real band, bukan dream band lagi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar